Rumah Wartawan Ambulu Roboh Tiba-Tiba, BPBD dan Dinsos Gerak Cepat

0
91

JEMBER, redaksi.co – Musibah tak terduga menimpa Agus Sugiyanto, wartawan Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jember. Tanpa hujan, tanpa angin, atap dapur rumahnya tiba-tiba roboh, Sabtu pagi (8/11/2025), di Dusun Krajan Gang 1 No.10 RT 02 RW 013, Kauman Selatan, Desa Ambulu, sekitar 100 meter arah selatan Masjid Jami Ambulu.

Pagi itu berjalan seperti biasa. Istrinya, Winarsih, baru saja mengantar anak mereka ke sekolah. Setiba di rumah, ia langsung menuju dapur untuk mencuci piring. Di ruang tamu, Agus tengah menulis berita untuk portal www.pandhalungan.com. Tiba-tiba terdengar suara “krak!” seperti kayu yang retak. “Mas, suara apa itu?” tanya Winarsih curiga. “Paling tikus, Ma,” jawab Agus santai.

Beberapa menit kemudian, tanpa sebab jelas, separuh atap dapur beserta tembok pembatas ruang tengah mendadak roboh. Suara gemuruh disertai debu tebal memenuhi ruangan. Beruntung, Winarsih lolos dari reruntuhan hanya dalam hitungan detik.

Agus berlari dari ruang tamu dan mengevakuasi istrinya keluar rumah. Warga sekitar yang mendengar suara keras langsung berhamburan datang membantu, membersihkan puing-puing dengan alat seadanya.

Kabar robohnya rumah tersebut segera menyebar melalui grup WhatsApp GWI Jember. Rekan-rekan wartawan pun langsung bergerak, menghubungi Dinas Sosial, BPBD, dan Dinas PU BM SDA Jember.

Tak butuh waktu lama, bantuan dari kejadian itu rumah Agus berdatangan dari Dinas PU BM SDA menyalurkan 1 sak semen untuk membantu perbaikan, BPBD Jember, melalui Tim Reaksi Cepat yang dipimpin Ferry, membawa peralatan memasak, timba, dan perlengkapan rumah tangga, Dinas Sosial Jember datang membawa 2 paket sembako, 1 kotak peralatan dapur, dan 2 dus mi instan.

Dalam kejadian ini Agus memperkirakan kerugian akibat robohnya atap mencapai sekitar Rp25 juta. Meski terpukul, ia mengaku terharu atas cepatnya respon pemerintah dan kepedulian sesama wartawan.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Semua datang begitu cepat. Terima kasih untuk teman-teman dan warga yang peduli, ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar Agus dengan suara bergetar.

Agus yang dikenal sebagai wartawan yang ramah dan aktif menulis berita sosial serta program pemerintah daerah, kini merasakan langsung hangatnya solidaritas dari masyarakat dan rekan seprofesi.

Musibah tanpa sebab ini menjadi pengingat, bahwa meski atap bisa roboh kapan saja, kepedulian dan gotong royong masyarakat tak akan pernah runtuh.

Reporter: Sofyan