Kasi Baru BPN Painan Masyarakat Lega Zulmasri : Saya Utamakan Permasalahkan Tanah Yang Urgen

0
124

Painan, Redaksi.Co,-. Tak disangka  dialog  singat masyarakat dengan Zulmasri, S.St  Kasi Survei Dan Pengukuran Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pesisir Selatan Provisi Sumatera Barat. Di warung kopi  belakang kantor BPN Painan  membuat masyarakat lega dihari pertamanya  masuk kerja. (13/10/25)

Laksana dalam kondisi yang sangat haus, mendapat seteguk air ” sungguh  terasa lepas dahaga. Nah itulah keadaan perasaan masarakat yang sedang mengurus sertivikat tanah di Kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Painan.  Usai berdialog dengan Zulmasri, S.St Kasi  Survey  dan Pengukuran Badan Pertanahan Nasional  Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumater Barat. Di  warung kopi yang ada dibelakang kantor BPN Painan

Mengapa tidak, Pasalnya  buk  Ani umur 60 tahun warga Nagari Silaut  Kecamatan Silaut  Kabupaten Pesisir Selatan yang tinggal jauh daerah di perbatasan antara Kabupaten Muko Muko dengan Kabupaten Pesisir Selatan. Dapat berbicara dengan setingkat pejabat Pertanahan Kabupaten Pesisir Selatan untuk menyampaikan unek uneknya yang telah lama terpendam. Tentang kondisi dirinya yang sudah sembilan bulan mengurus pemecahan sertivikat tanah di BPN Painan yang sampai saai ini tidak ada penyelesaian  keluhnya.

Untuk ibuk tolong catat no hp saya. Karena saya faham kondisi masyarakat seperti  ibuk yang sangat jauh dan biaya yang besar untuk ke BPN ini. Nanti ibuk lewat telpon hubungi saya sampaikan  dimana persoalanya. Dan tolong dikirim kalau  ada kekurangan berkasnya, nanti akan di pelajari dan di proses secepatnya  jawab Zulmasri dengan wajah serius bersahaja. Mendengar jawaban  Kasi survey dan pengukuran BPN Painan itu membuat buk Ani puas dan lega rasanya yang terpancar dari paras mukanya. terima kasih pak ucap  buk ani dengan wajah muka  buk Anii  yang ceria.

Dii tempat yang sama  Eri warga Surantih yang mengaku berdiomisil  di bukit tinggi yang didampingi oleh Nopen Hendri Wali Nagari Lansano Taratak Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.  Mengeluhkan peristiwa  terbitnya sertivikat kaum tanpa diketahui pihak sepadannya. Hal yang sama juga disampaikan Armen Warga Nagari Siguntur Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan terkendala tapal batas dengan Mesjid Mahababtul Qulub. Nagari Siguntur Kecamtan Koto XI Tarusan.

Baiklah bapak ibuk,  saya sudah medengar semua persoalanya balas Zulmasri. Dan  saya akan  coba mempelajarinya terlebih dahulu. Karena saya baru hari ini pertama masuk kerja disini , Insyaallah nanti sore saya akan rapatkan dengan kawan kawan termasuk persoalan ini. Dan  saya akan utamakan permasalah  tanah yang urgen seperti ini dan menyangkut fasilitas umum terang  Zulmasri dengan penuh motivasi percaya diri. Karena ada pekerjaan Saya mohon izin pamit kembali  masuk kantor untuk melaksanakan tugas sebagaiman mestina tutur  kasi meninggalkan warung kopi dengan ucapan salam bersama  wajah yang berseri. (ot)