WARGA TAMAN AYU KECAM PEMDES DAN PEMKAB LOMBOK BARAT SOAL JALAN GELAP

0
446
Tampak kantor desa taman ayu

WARGA TAMAN AYU KECAM PEMDES DAN PEMKAB LOMBOK BARAT SOAL JALAN GELAP

Lombok Barat, Redaksi.co – Warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Desa (Pemdes) Taman Ayu. Mereka menilai kepala desa beserta perangkatnya lalai dan abai terhadap tanggung jawab dalam mengurus kebutuhan dasar masyarakat, khususnya fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur utama Dusun Bongor hingga Dusun Gunung Malang yang hingga kini gelap gulita setiap malam.

Tampak kantor desa taman ayu

Kegelapan di jalur tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Tak sedikit warga mengeluh karena jalanan yang gelap kerap menjadi lokasi rawan kecelakaan dan tindak kejahatan.

Tampak Balon nya mati
Ada 12 titik

Yang paling ironis, di tengah kegelapan itu berdiri megah PLTU Jeranjang, yang dikenal sebagai pembangkit listrik terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sumber pasokan daya untuk berbagai wilayah. Namun, justru desa yang menjadi tuan rumah bagi PLTU tersebut masih hidup dalam kegelapan seperti kembali ke era tahun 1980-an.

Tiang lampu yg mati

Ini sungguh memalukan. Kita punya pembangkit listrik terbesar di NTB, tapi jalan desa kita gelap seperti kampung yang tak tersentuh pembangunan. Di mana hati nurani pemerintah desa dan Pemkab Lombok Barat?” ujar H.S., salah satu tokoh masyarakat setempat, kepada Redaksi.co, Jumat (10/10/2025).

Wilayah batu nangkok

Menurut H.S., kondisi ini menunjukkan lemahnya perhatian dan tanggung jawab moral dari para pemangku kebijakan di tingkat desa maupun kabupaten.
“Selama ini Pemdes Taman Ayu seperti tutup mata. Kalau soal proyek atau urusan kantor, mereka cepat tanggap. Tapi untuk urusan kepentingan rakyat seperti penerangan jalan, mereka diam saja,” tegasnya.

Tampak Balon nya mati
Ada 12 titik

Warga juga menilai, Pemkab Lombok Barat seharusnya ikut turun tangan. Sebab, keberadaan PLTU Jeranjang di wilayah tersebut sudah sepatutnya memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar, termasuk dalam hal penerangan, infrastruktur, dan kesejahteraan warga lokal.

Kalau pemerintah daerah punya rasa malu, harusnya mereka segera memperbaiki kondisi ini. Jangan biarkan desa sumber listrik terbesar justru jadi simbol kegelapan,” tambah H.S. dengan nada geram.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemdes Taman Ayu maupun PLTU Jeranjang belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan warga tersebut.
Sementara itu, sejumlah warga berencana akan melayangkan surat terbuka kepada Bupati Lombok Barat, PLN Wilayah Mataram, dan manajemen PLTU Jeranjang, agar persoalan ini segera mendapat perhatian serius.


Sumber: Redaksi.co
Penulis: Abach Uhel