40 Tahun Terendam Banjir, 179 Hektare Sawah Desa Mayangan Bangkit Lewat Program Oplah

0
267

JEMBER, redaksi.co – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti hamparan sawah Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sumber Tani 2 menggelar puji syukur sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kebahagiaan, setelah lahan pertanian mereka yang puluhan tahun terbengkalai kini kembali dapat digarap dan ditanami padi (22/01/2026).

Ungkapan puji syukur tersebut bukan tanpa alasan. Selama lebih dari 40 tahun, lahan pertanian di wilayah tersebut selalu menjadi langganan banjir sehingga tidak pernah produktif. Hektaran sawah hanya ditumbuhi rumput liar dan semak belukar, memaksa para petani merelakan lahannya terbengkalai tanpa hasil.

Harapan baru mulai tumbuh seiring hadirnya Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian. Melalui program ini, lahan yang sebelumnya tidak bisa dimanfaatkan akibat genangan air kini kembali dapat diolah dan dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian.

Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, nasib petani Desa Mayangan perlahan berubah. Program Oplah menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama puluhan tahun membelenggu produktivitas pertanian di wilayah selatan Kabupaten Jember tersebut.

Ketua Poktan Sumber Tani 2, Mufid, mewakili para petani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap nasib petani kecil.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Dulu sebelum ada program Oplah, lahan kami selalu banjir. Bertahun-tahun tidak bisa ditanami padi, hanya rumput yang tumbuh. Sekarang sawah kami bisa kembali produktif,” ujar Mufid.

Ia menegaskan bahwa Program Oplah benar-benar membawa kebangkitan bagi para petani yang selama ini hanya bisa pasrah menghadapi kondisi alam. Senyum dan optimisme kini kembali terpancar dari wajah petani yang sebelumnya kehilangan harapan.

“Atas nama petani Poktan Sumber Tani 2, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden H. Prabowo Subianto, Bapak Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., serta Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait. Perhatian dan kepedulian pemerintah saat ini sangat kami rasakan. Ini bukan hanya soal sawah, tetapi tentang masa depan petani,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Program Oplah di Desa Mayangan, para petani juga mendapat pendampingan langsung dari Masrul, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mayangan.

Masrul mengatakan, keberhasilan awal Program Oplah tidak lepas dari kolaborasi antara petani dan pemerintah dalam mengawal setiap tahapan pelaksanaan di lapangan.

“Program Oplah ini menjadi solusi nyata bagi permasalahan lahan di Desa Mayangan. Setelah pelaksanaan oplah, saat ini sebanyak 179 hektare lahan pertanian sudah kembali bisa ditanami. Petani sangat antusias dan siap menyambut musim tanam perdana,” ujar Masrul.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pendampingan teknis kepada petani, mulai dari pengolahan lahan, pengaturan tata air, hingga persiapan pola tanam agar hasil produksi ke depan bisa maksimal.

Dengan kembali produktifnya lahan pertanian tersebut, para petani berharap kesejahteraan mereka dapat meningkat secara bertahap. Desa Mayangan pun diharapkan kembali menjadi salah satu lumbung pangan andalan di wilayah selatan Kabupaten Jember.

Meski demikian, Mufid mengakui bahwa kondisi lahan saat ini masih cukup berat untuk dikelola. Lahan yang puluhan tahun tidak tersentuh pengolahan pertanian membuat struktur tanah menjadi sangat keras.

“Memang saat ini lahan sangat keras karena terlalu lama tidak dikelola. Saat kami membajak kemarin, membutuhkan tenaga ekstra dan biaya hampir dua kali lipat. Namun yang terpenting, sekarang petani sudah bisa kembali mengelola sawah yang sekian lama tidak bisa ditanami,” ungkapnya.

Kendati menghadapi tantangan tersebut, semangat para petani tidak surut. Mereka tetap optimistis menyambut musim tanam perdana setelah puluhan tahun menunggu.

Para petani juga berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah, khususnya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), guna meringankan beban biaya pengolahan lahan.

“Kami sangat berharap bisa dibantu alat untuk mengelola lahan. Bantuan alsintan akan sangat membantu petani, terutama untuk menekan biaya dan mempercepat proses pengolahan sawah,” pungkasnya.

Reporter; Sofyan.