Top 5 This Week

Related Posts

Hari Kartini ke-147 di Mamuju: Catwalk Kebaya Bupati Sutinah Warnai Panggung Emansipasi

Redaksi.co MAMUJU : Ada yang berbeda di Aula Kantor Bupati Mamuju pada Selasa (21/4/2026). Ruangan yang biasa riuh dengan agenda birokrasi, hari itu berubah menjadi lautan kebaya yang anggun. Di atas panggung, layar besar menampilkan foto monokrom sang Pahlawan Nasional, Raden Ajeng Kartini, lengkap dengan kutipan legendarisnya: “Habis Gelap, Terbitlah Terang.”

Pemerintah Kabupaten Mamuju sukses menyulap momentum peringatan Hari Kartini ke-147 menjadi sebuah selebrasi yang tidak hanya khidmat, tetapi juga menyentuh dan penuh warna.

Di tengah keanggunan tersebut, hadir Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M.Si. Berbeda dari hari dinas biasanya, Bupati perempuan pertama di Mamuju ini tampil memukau mengenakan setelan kebaya putih berpadu selendang kain songket wastra Nusantara yang memikat.

Acara yang diawali dengan kumandang lagu Indonesia Raya dan Ibu Kita Kartini ini dibuka dengan laporan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Mamuju, Hj. Masyita Syam, S.Pd., MM., selaku Ketua Panitia. Masyita mengingatkan kembali esensi sejarah bahwa Kartini adalah sosok yang mendobrak dinding pembatas nasib kaum perempuan.

Dulu, wanita tidak bisa bersekolah, hanya pria dan kaum bangsawan yang punya hak itu. Namun, berkat perjuangan RA Kartini, kaum perempuan hari ini bisa mengenyam pendidikan tinggi dan hidup setara dengan laki-laki,” lapor Masyita.

Merespons laporan tersebut, Bupati Sutinah Suhardi menegaskan bahwa 21 April bukan sekadar ritual tahunan mengenang kelahiran tokoh sejarah. Lebih dari itu, ini adalah perayaan atas semangat pembebasan, kecerdasan, dan keberanian yang mengalir di darah perempuan Indonesia.

Namun, Sutinah mengingatkan bahwa perjuangan Kartini belum usai karena tantangan terkait kesetaraan kesempatan, akses pendidikan, dan perlindungan perempuan masih nyata di depan mata.

Sutinah pun memberikan definisi mendalam dan kontekstual mengenai definisi pahlawan wanita di era modern.

Kartini masa kini adalah para ibu yang berjuang di garda terdepan memastikan anak-anak Mamuju bebas dari stunting. Kartini masa kini adalah perempuan pegiat UMKM yang tanpa lelah menggerakkan roda ekonomi keluarga dan daerah. Kartini masa kini adalah para guru, tenaga kesehatan, dan ASN yang melayani masyarakat dengan hati,” tutur Sutinah, yang seketika memicu gemuruh tepuk tangan di seluruh aula.

Suasana haru sekaligus penuh gelak tawa mendadak pecah di tengah-tengah acara. Secara mengejutkan, Bupati Sutinah meminta para bapak Kepala Perangkat Daerah (PD) yang hadir membawa seikat kembang untuk maju ke depan podium dan menyerahkannya langsung kepada istri tercinta masing-masing. Ruangan pun seketika dipenuhi aura romantis.

Tidak berhenti di situ, perayaan yang memang didedikasikan sebagai “harinya kaum perempuan” ini dilanjutkan dengan gelaran Fashion Show Kebaya dan Wastra Nusantara. Secara tak terduga, Bupati Sutinah tampil sebagai penampil pertama yang membuka catwalk, disusul oleh ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemkab Mamuju.

Kemeriahan semakin memuncak dengan penampilan para juara Lomba Hari Kartini Pemkab Mamuju 2026:

Ny. Camat Papalang (Juara 1 Stand-Up Comedy): Berhasil mengocok perut seluruh hadirin dengan materi komedi tunggalnya yang segar.

Anggota DWP Kecamatan Kalumpang (Juara 1 Menyanyi Solo): Memukau aula dengan kualitas vokal indahnya yang memikat.

Ny. Sabrianti (Juara Lomba Pidato): Menyampaikan orasi yang membakar semangat emansipasi.

Melalui perpaduan antara refleksi perjuangan, apresiasi romantis, dan unjuk bakat, Pemkab Mamuju berhasil membuktikan bahwa semangat Kartini tetap hidup, relevan, dan terus bergerak dinamis di tangan perempuan-perempuan tangguh Bumi Manakarra. (ZUL)

Popular Articles