Redaksi.co MAMUJU : Gelombang kemarahan mahasiswa membakar pelataran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat. Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Barat (GMH Sulbar) mengepung markas korps adhyaksa, menuntut pengusutan tuntas dugaan “bancakan” uang rakyat yang bernilai ratusan juta rupiah.
Aksi meledak menyusul mencuatnya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp403 juta yang mengindikasikan adanya borok pengelolaan anggaran. Tak cuma itu, GMH Sulbar juga membongkar dugaan penyimpangan berat pada proyek pembangunan Jalan Urekang–Mambi yang disinyalir sarat permainan sejak tahap perencanaan hingga eksekusi anggaran.
Dengan nada tinggi, Ketua GMH Sulbar, Mondy, menggeledak Kejati Sulbar agar tak cuma duduk manis dan mendiamkan kejanggalan yang sudah telanjang bulat di depan mata.
“Kami mendesak Kejaksaan Tinggi Sulbar segera melipat baju, membongkar, dan mengusut tuntas temuan BPK Rp403 juta itu! Siapa pun yang bermain, seret dan jebloskan ke penjara!” tegas Mondy di tengah gemuruh teriakan massa.
Mondy menegaskan, proyek Jalan Urekang–Mambi harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Ia mencurigai adanya indikasi “tangan-tangan kotor” dalam proyek tersebut yang merugikan masyarakat luas.
5 Tuntutan Hangat GMH Sulbar untuk Kejati Sulbar
- Bongkar Temuan BPK: Kejati Sulbar wajib menyapu bersih dan menindaklanjuti dugaan penyelewengan anggaran senilai Rp403 juta.
- Grebek Proyek Jalan Urekang–Mambi: Usut tuntas dari hulu ke hilir—mulai dari perencanaan, alokasi anggaran, hingga pengerjaan fisik di lapangan.
- Sikat Semua Aktor: Periksa seluruh pejabat dan pihak swasta yang terlibat tanpa terkecuali berdasarkan alat bukti sah.
- Buka Dapur Penyelidikan: Tuntut transparansi penuh, tak boleh ada sengketa informasi yang disembunyikan dari publik.
- Hukum Tanpa Pandang Bulu: Seret para perampok uang rakyat ke meja hijau tanpa kompromi.
Mondy mengingatkan bahwa Kejati Sulbar berada di pertaruhan harga diri. Publik menanti langkah berani jaksa untuk memutus rantai impunitas pejabat nakal.
“Kami tidak sedang menghakimi, tapi kami menantang keberanian penegak hukum. Jika bersih, buka ke publik! Tapi jika terbukti ada bancakan uang negara, sikat tanpa pandang bulu!” pungkasnya membakar semangat massa.

