http://redaksi.co 10 September 2026
JAKARTA – Misi jurnalistik untuk mengabadikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berubah menjadi operasi pencarian dan penyelamatan. Lima jurnalis bersama tiga kru kapal hingga kini masih dalam pencarian setelah speedboat yang mereka tumpangi kehilangan kontak di perairan tersebut.
Kabar hilangnya delapan orang itu mendapat perhatian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPP BM PAN), Slamet Ariyadi. Ia menyampaikan keprihatinan sekaligus meminta operasi pencarian dilakukan secara maksimal agar seluruh awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami di keluarga besar DPP BM PAN sangat terkejut dan prihatin mendengar kabar hilangnya rekan-rekan jurnalis saat menjalankan tugas mulia di Selat Sunda. Mari kita bersama-sama mendoakan agar mereka lekas ditemukan dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apa pun,” ujar Slamet dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Slamet menilai pengerahan seluruh sumber daya menjadi penting untuk mempercepat proses pencarian, terlebih kondisi perairan Selat Sunda memiliki tantangan tersendiri.*Ia juga memberikan apresiasi kepada Tim SAR gabungan, Basarnas Banten, Polairud, Polda Banten, serta seluruh unsur yang hingga kini terlibat dalam operasi penyisiran.
“Apresiasi yang sebesar-besarnya kami tujukan kepada tim SAR gabungan yang bergerak cepat sejak hari pertama laporan diterima, bahu-membahu menyisir lautan demi misi kemanusiaan ini,” katanya.*Berangkat Liput Erupsi, 22 Menit Kemudian Hilang Kontak
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor SAR Banten dan unsur terkait, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. *Delapan orang tersebut berada dalam satu speedboat dengan tujuan melakukan peliputan langsung aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang tengah berlangsung di kawasan Selat Sunda.
Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang penumpang masih sempat berkomunikasi dengan rekan sesama jurnalis. Pada saat itu, ia juga mengirimkan titik koordinat atau share location. *Namun, situasi berubah sekitar 22 menit kemudian. Pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dan sinyal dari kapal tersebut dilaporkan terputus.
Sejak saat itu, lima jurnalis dan tiga kru kapal menjadi fokus pencarian Tim SAR gabungan.*Mereka terdiri atas M. Bagus Khoirunnas, jurnalis LKBN Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal, jurnalis freelance.
Sementara tiga lainnya yakni Warta sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai guide atau pemandu.*Radius Pencarian Diperluas
Tim SAR gabungan terus memperluas wilayah operasi pencarian hingga mencapai ratusan mil laut. Sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau juga menjadi bagian dari area penyisiran.
Operasi tersebut tidak berlangsung tanpa tantangan. Kondisi cuaca dan laut menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi tim di lapangan. Kecepatan angin tercatat mencapai 16,7 knot, sedangkan tinggi gelombang berada di kisaran 1 hingga 2 meter.
Di tengah kondisi tersebut, Slamet meminta pencarian terus ditingkatkan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.*Ia juga mengajak masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan sesuatu yang diduga berkaitan dengan rombongan yang hilang.
Para nelayan dan masyarakat diminta segera melaporkan kepada posko terpadu di Carita apabila menemukan tanda-tanda atau benda terapung yang mencurigakan.*Bagi keluarga, rekan sesama jurnalis, dan berbagai pihak yang mengikuti perkembangan kasus ini, operasi SAR tersebut kini bukan sekadar pencarian sebuah kapal. Di baliknya terdapat harapan agar delapan orang yang berangkat menjalankan tugas dapat kembali ditemukan dalam keadaan selamat. (Red)
http://Agus kustiadi 10 September 2026
