Top 5 This Week

Related Posts

8 Hari Jelang HUT ke-81 RI, Nenek 85 Tahun Harus Ditandu 3 Jam Demi Mendapatkan Pertolongan Medis

Redaksi.co MAMASA : Di tengah suasana bangsa yang bersiap menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sebuah kisah pilu datang dari pelosok Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Delapan hari menjelang detik-detik peringatan 17 Agustus 2026, seorang lansia berusia 85 tahun bernama Sania, warga Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, harus menjalani perjuangan panjang dalam kondisi sakit. Karena keterbatasan akses kendaraan, tubuh renta Sania terpaksa ditandu warga selama kurang lebih tiga jam demi mencapai lokasi yang dapat dijangkau kendaraan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 17.30 WITA. Saat kondisi kesehatannya menurun, keluarga bersama warga berusaha mengevakuasi Sania keluar dari Dusun Sambaho menuju akses transportasi.

Dengan penuh kepedulian, warga bergantian membawa Sania melewati perjalanan yang tidak mudah. Selama kurang lebih tiga jam, mereka berjuang agar perempuan lanjut usia tersebut dapat segera memperoleh pertolongan medis.

Setelah berhasil mencapai lokasi yang dapat dilalui kendaraan, Sania kemudian dipindahkan ke mobil ambulans untuk dibawa menuju Puskesmas Mambi.

Namun, dalam perjalanan, kondisi Sania tiba-tiba semakin menurun. Ia mengalami muntah-muntah dan tubuhnya semakin lemah. Situasi tersebut membuat pertolongan medis harus diberikan secepat mungkin.

Proses monitoring dan pengawalan dilakukan oleh Aipda Hendra Sapri dan Bripka Muh. Nur Alam, selaku Bhabinkamtibmas (BKTM), yang turut membantu proses evakuasi hingga Sania berhasil mendapatkan akses menuju fasilitas kesehatan.

Kisah Sania menjadi potret menyentuh tentang perjuangan masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi dan medan yang sulit. Ketika sebagian masyarakat bersiap menyambut kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di pelosok Mambi seorang nenek berusia 85 tahun justru harus berjuang melewati perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan kesempatan memperoleh pertolongan medis.

Di usia senja, ketika tubuh tak lagi sekuat dulu, perjalanan tiga jam menjadi perjuangan yang tidak ringan. Namun keluarga dan warga tidak menyerah. Mereka terus membawa Sania, berharap pertolongan masih dapat diberikan tepat waktu.

Kapolsek Mambi, IPDA Riswandi, menyampaikan bahwa jajaran kepolisian terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat, agar warga dapat segera memperoleh akses pelayanan kesehatan.

Di tengah merah putih yang sebentar lagi berkibar memperingati 81 tahun kemerdekaan, kisah Sania menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga berarti ketika setiap warga, termasuk mereka yang tinggal jauh di pelosok, dapat memperoleh akses pertolongan dan pelayanan dasar ketika sedang membutuhkan.

Tiga jam ditandu bukan sekadar perjalanan. Bagi Sania, itu adalah perjalanan penuh harapan, dari sebuah dusun terpencil menuju pertolongan medis. (ZUL)

Popular Articles