Pelatihan dan Apel Siaga Karhutla 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau di Jelai Hulu.
Ketapang, Redaksi-Co – Komitmen dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat. PT Bangun Nusa Mandiri menggelar Pelatihan dan Apel Siaga Karhutla Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 13 hingga 15 Juli 2026, di Kebun Kenari PT Bangun Nusa Mandiri, Desa Bayam, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang.
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari PT Kencana Graha Permai, PT Cahaya Nusa Gemilang, dan PT Bangun Nusa Mandiri. Sementara itu, Apel Siaga turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Jelai Hulu, para kepala desa, tim Fire Fighter perusahaan, personel keamanan (Security), staf, serta karyawan sebagai bentuk sinergi dalam menghadapi ancaman Karhutla menjelang musim kemarau.
Melalui kegiatan ini, perusahaan kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan Zero Burning Policy, yakni kebijakan tanpa pembakaran lahan. Kebijakan tersebut melarang segala bentuk pembakaran di area konsesi maupun kebun plasma sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari patroli rutin, pembangunan sekat bakar, pembuatan embung sebagai sumber air, hingga sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa binaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Dalam mendukung sistem deteksi dini, perusahaan juga memanfaatkan teknologi modern seperti pemasangan CCTV, penggunaan drone untuk memantau titik api, serta pemantauan berbasis satelit yang terhubung dengan pusat pengendalian. Pada kondisi tertentu, perusahaan turut mendukung upaya penanggulangan melalui modifikasi cuaca dan operasi water bombing sesuai kebutuhan.
Tidak hanya berfokus pada penanganan teknis, PT Bangun Nusa Mandiri juga terus mengembangkan program edukasi kepada masyarakat dan pelajar mengenai bahaya Karhutla. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan mendorong praktik pertanian tanpa bakar, pengembangan budidaya perikanan air tawar, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran.
Dalam sambutannya, manajemen perusahaan menekankan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
«”Jangan pernah lelah mengingatkan warga untuk tidak membakar. Ingat, satu korek api bisa menghanguskan mata pencaharian kita semua dan merugikan kesehatan anak-cucu kita.”»
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kesadaran dan kepedulian bersama merupakan kunci utama dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Melalui Pelatihan dan Apel Siaga Karhutla 2026 ini, diharapkan seluruh peserta semakin siap menghadapi musim kemarau, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kemampuan dalam mencegah dan menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Ketapang.
Sumber: Panitia Pelatihan dan Apel Siaga Karhutla 2026
Penulis: Senji Wewen Iyek

