redaksi.co, Jakarta | PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) membagikan dividen tunai final sebesar Rp1 per saham kepada pemegang saham berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Public Expose di Bellezza Permata Hijau, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga memberikan persetujuan atas rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue sebagai upaya memperkuat struktur permodalan Perseroan.

Dalam paparan publik, manajemen menyampaikan bahwa strategi bisnis pada 2025 difokuskan pada pengembangan proyek secara selektif, penguatan pendapatan berulang (recurring income), serta menjaga fleksibilitas keuangan di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan.

“Perseroan tetap optimistis terhadap prospek sektor perumahan dan kavling, sekaligus menjaga ketersediaan inventori untuk menangkap peluang ketika kondisi pembiayaan dan insentif pasar semakin kondusif,” ujar Arvin F. Iskandar.

Sepanjang 2025, GPRA mencatat penjualan bersih sebesar Rp454,29 miliar, turun 12,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp517,03 miliar. Laba bersih tahun berjalan juga menurun menjadi Rp83,97 miliar dari Rp123,88 miliar pada 2024.

Meski demikian, fundamental Perseroan dinilai tetap terjaga. Total aset meningkat menjadi Rp1,43 triliun dari Rp1,37 triliun, sedangkan liabilitas turun menjadi Rp545,11 miliar dari Rp604,84 miliar pada tahun sebelumnya.

Segmen rumah tapak dan ruko masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai sekitar Rp272,37 miliar atau hampir 60 persen dari total penjualan. Perseroan juga terus mengembangkan sumber pendapatan berulang melalui bisnis hospitality.

Sejumlah proyek residensial yang dikembangkan antara lain Cluster Orchid di Metro Cilegon, Puri Semanan Residence Jakarta Barat, The Botanica Signature Padjadjaran Bogor, The Botanica Cibubur, serta pengembangan Bukit Cimanggu City melalui Cluster Savana Botheo, Cluster Llanos Phase 2, dan Cluster Monteverde.

Pada sektor hospitality, GPRA mengelola Nemuru Grand Bhuvana Ciawi, Nemuru Grand Anyer Palazo, Nemuru The Bellezza Suites, Nemuru Grand Suites MTH Jakarta, dan Hotel Grand Serpong.

RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025, serta pembaruan data pemegang saham pada Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH).

Pelaksanaan right issue akan dilakukan setelah memperoleh seluruh persetujuan sesuai ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Susunan pengurus Perseroan hasil RUPSLB terdiri atas Komisaris Utama Heryani Margono, Komisaris Independen Nugroho Sulistyo, Direktur Utama Rudy Margono, serta Direktur Arvin F. Iskandar, Rudi Kurniawan, dan A. Taufik Zaenal