Top 5 This Week

Related Posts

DARURAT SAWIT SULBAR: “Petani Sekarat di Lahan Sendiri”, Mahasiswa Ngamuk Desak Kadis Perkebunan Dicopot!

Redaksi.co SULBAR : Jeritan ratusan ribu petani sawit di Sulawesi Barat pecah menjadi kemarahan besar. Aliansi Rakyat Sulbar Peduli Petani Sawit resmi “menabuh genderang perang” melawan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar yang dinilai mandul, lumpuh, dan diduga sengaja membiarkan korporasi raksasa “memeras” keringat petani lokal lewat permainan harga yang ugal-ugalan.

Tak lagi kompromi, mahasiswa kini menuntut kepala dinas dicopot secara tidak hormat. Institusi plat merah tersebut dituding hanya menjadi “stempel formalitas” korporasi tanpa taring untuk melindungi rakyat!

Skandal jatuhnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sulbar dinilai penuh dengan kejanggalan dan permainan kotor. Koordinator Lapangan, Asrullah, membongkar bagaimana sistem penentuan harga hari ini telah berubah menjadi lelucon yang menyakitkan bagi petani swadaya.

Tragedi Harga Sawit Sulbar: Di atas kertas, pemerintah mengumumkan kenaikan harga penetapan. Namun fakta di lapangan sangat biadab: Korporasi membeli dengan harga Rp2.100Rp2.200/kg, sementara tengkulak dan sistem yang timpang memaksa petani swadaya gigit jari menerima recehan Rp1.700 – Rp1.800/kg.

Jangan hanya duduk manis menetapkan harga lalu diam di ruangan ber-AC! Ketika harga jatuh terjun payung dan masyarakat menjerit, pemerintah baru sibuk pura-pura turun ke lapangan setelah ada gejolak,” amuk Asrullah dengan nada tinggi.

Bukan rahasia lagi, mahasiswa mengendus adanya dugaan konspirasi sistemik berupa penumpukan buah dan rekayasa antrean panjang kendaraan sawit di pabrik. Modus klasik alasan “kapal lambat sandar” diduga sengaja dimainkan agar buah petani membusuk, sehingga petani terpaksa menjual dengan harga murah di bawah tekanan psikologis.

Anehnya, di tengah hantaman badai krisis ini, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar justru terkesan “penakut” dan menutup mata.

Kami sudah melakukan aksi berjilid-jilid, tetapi Kepala Dinas selalu kabur dan menolak menemui kami. Bahkan ketika DPRD Provinsi memanggilnya untuk hearing, dia tetap mangkir! Ada apa di Dinas Perkebunan? Siapa yang sedang mereka lindungi?” cecar Asrullah curiga.

6 Tuntutan Berdarah Aliansi Rakyat Peduli Sawit:

Menolak kalah dari gurita perusahaan nakal, mahasiswa melayangkan ultimatum keras:

* Pecat Kadis Perkebunan: Segera copot jabatan Kepala Dinas karena gagal total mengawasi implementasi harga di lapangan.

* Audit Total PKS: Lakukan sidak dan audit investigatif terhadap implementasi harga TBS di seluruh perusahaan kelapa sawit Sulbar.

* Bongkar HGU & CSR: Transparansi penuh terkait Hak Guna Usaha (HGU) dan aliran dana CSR yang selama ini dinilai tidak menyentuh rakyat.

* Hukum Perusahaan Nakal: Berikan sanksi berat hingga pencabutan izin operasi bagi korporasi yang memanipulasi harga.

* Selamatkan Petani Swadaya: Keberpihakan nyata dan proteksi harga mutlak bagi petani mandiri.

Kami tidak ingin pemerintah hanya hadir di meja rapat, tetapi hilang seperti hantu ketika masyarakat membutuhkan perlindungan. REALISASIKAN HARGA PENETAPAN, JANGAN BIARKAN RAKYAT MATI DI ATAS LAHANNYA SENDIRI!” tutup Asrullah membakar semangat massa.

Gelombang massa yang lebih besar diprediksi akan kembali mengepung kantor Gubernur jika Dinas Perkebunan tetap memilih bungkam dan bersekutu dengan kemiskinan petani. (ZUL)

Popular Articles