Redaksi.co, Jakarta | Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan pentingnya pengembangan pengalaman pengguna atau user experience (UX) dalam aplikasi pelayanan publik, khususnya aplikasi Travoy milik Jasa Marga. Hal itu disampaikannya usai pengumuman WOWCASE Competition di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (9/5).
Menurut Rivan, kualitas UX menjadi faktor penting agar aplikasi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Ia menyebut kompetisi tersebut menjadi sarana untuk menguji sekaligus mendapatkan masukan langsung dari pengguna muda terhadap pengembangan aplikasi Travoy.
“Ketika UX-nya bagus, maka yang paling baik adalah ketika user-nya diuji dan juga menguji. Jadi menguji ketahuannya, literasinya, kemudian juga menguji aplikasinya,” kata Rivan.
Ia menjelaskan, kompetisi itu diikuti hampir 800 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang merupakan champion di wilayah masing-masing. Dari proses seleksi tersebut, terpilih 15 besar hingga tiga pemenang utama.
Rivan menilai antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi pengembangan aplikasi pelayanan publik yang harus terus adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Setiap aplikasi yang dikembangkan, apalagi untuk pelayanan publik, selalu dinamis dan harus agile atau adaptif dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rivan mengatakan inovasi dan masukan dari peserta menjadi referensi penting bagi Jasa Marga dalam mengembangkan Travoy sebagai platform informasi jalan tol di Indonesia.
Ia berharap kompetisi serupa dapat terus digelar setiap tahun untuk memperkuat keterlibatan masyarakat terhadap aplikasi tersebut. Saat ini, kata dia, sekitar 3,5 juta kendaraan melintas di jalan tol setiap hari dan diharapkan seluruh pengguna dapat memanfaatkan Travoy secara optimal.
“Kami harapkan masyarakat, pengguna, maupun pelanggan jalan tol memiliki engagement yang kuat dan merasa bahwa Travoy adalah bagian dari informasi jalan tol bahkan seluruh jalan di Indonesia,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Rivan juga menyoroti tim juara pertama yang dinilai memiliki konsep paling lengkap karena mampu menyusun strategi secara menyeluruh atau end-to-end.
“Yang juara satu ini lengkap. End to end prosesnya mereka tampilkan dan itu menjadi pembeda yang menjadikan mereka pemenang,” katanya.
Ia menambahkan, kombinasi latar belakang anggota tim dari bidang akuntansi dan teknik membuat gagasan yang dihasilkan menjadi lebih solid dan inovatif.
Rivan berharap generasi muda terus diberi ruang untuk berpikir bebas dan berinovasi menyambut visi Indonesia Emas.
“Kebebasan berpikir kita biarkan, kebebasan berinovasi kita biarkan. Tetapi mereka juga harus mengerti proses, ekspektasi, dan mengemas inovasi dengan sangat baik,” tuturnya.



