Lagi-Lagi Lebong Di Timpa Musibah Banjir Bandang,Dan Salah Satu Masyarakat Mengeluh Kepada Bupati Lebong
LEBONG REDAKSI.CO — Musibah banjir kembali melanda Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Kamis (7/5/2026). Luapan sungai Ketahun menggenangi sejumlah desa di beberapa kecamatan, dengan ketinggian air mencapai 2 meter di wilayah terparah.
Data sementara yang dihimpun tim redaksi menyebutkan, desa-desa yang terdampak antara lain: Desa Teluk Dien (Kecamatan Rimbo Pengadang), Desa Talang Leak I dan II (Kecamatan Bingin Kuning), Desa Ujung Tanjung (Kecamatan Lebong Sakti), Talang Bunut (Kecamatan Amen), serta beberapa desa di Kecamatan Uram Jaya.

Hasil pantauan langsung, banjir paling parah terjadi di Desa Talang Leak dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, serta di Desa Pangkalan, Kecamatan Uram Jaya, yang terendam air setinggi 2 meter.
Warga menyampaikan keputusasaan karena banjir sudah berulang kali terjadi di tahun 2026 ini. Salah seorang warga Kecamatan Lebong Sakti, Rendy(35) meluapkan emosinya.

“Untuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati Lebong, tolong kami sudah capek selalu dilanda banjir. Sampai kapan ini akan berakhir? Setiap hujan agak lama sedikit, kami langsung kebanjiran,” ujar Rendy dengan nada getir, Kamis pagi
Sementara itu salah satu warga Ujung Tanjung, saat ditemui sedang membersihkan rumahnya, Lebong bukan lagi kabupaten yang nyaman untuk sebagai tempat tinggal, mulai dari persoalan banjir, gelap, jalan berlobang hingga Air bersih menjadi momok yang menjengkelkan ” 10 tahun kedepan Lebong bakal menjadi apa,tengelam di musim hujan kekeringan kekurangan air bersih saat musim kemarau, pemerintah daerah harus tanggap” tegas Buwan
Warga pun berharap adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana banjir yang kian parah ini.
Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong melalui sambungan telepon seluler untuk memastikan data resmi wilayah terdampak. Namun, hingga berita ini diterbitkan, sambungan telepon belum dapat tersambung.
Masyarakat Lebong menunggu sikap serius pemerintah harus ada mitigasi dan tindakan kongkret.,,
Rilis (red)

