Top 5 This Week

Related Posts

Isi Kekosongan, Bupati Aceh Barat Tarmizi Tunjuk Dua Plt Strategis,Dorong Ketahanan Dan Kemandirian Pangan

Aceh Barat.Redaksi.co
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kepada Hendra Marsidi, S.TP, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menunjuk Diana Verawati, S.Pt, yang menjabat sebagai Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan, sebagai Plt Sekretaris Dinas Pangan. Penyerahan SK tersebut berlangsung di ruang kerja Bupati Aceh Barat, disaksikan oleh Sekretaris Daerah, para Asisten Setdakab, Inspektur, Kepala Dinas Pangan, serta jajaran pejabat terkait.

Bupati Tarmizi mengatakan, Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan dua jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, sembari menunggu penetapan pejabat definitif.

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa meskipun berstatus sebagai pelaksana tugas, kedua pejabat yang ditunjuk diharapkan tetap bekerja secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
“Jabatan Plt bukan alasan untuk bekerja setengah hati. Justru ini menjadi momentum menunjukkan kinerja terbaik, hingga nantinya ditetapkan pejabat definitif,” ujar Tarmizi.

Ia juga menekankan pentingnya peran Dinas Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, pengelolaan lahan persawahan, penyediaan bibit unggul, serta peningkatan produktivitas menjadi kunci utama dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Lebih lanjut, Tarmizi meminta jajaran Dinas Pertanian untuk aktif membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat, termasuk kementerian dan direktorat jenderal terkait.
“Keuangan daerah kita terbatas, sehingga perlu strategi jemput bola ke pusat. Program harus sinkron agar dukungan anggaran bisa kita dapatkan,” tegasnya.

Tarmizi juga menyebut bahwa sektor pertanian menjadi harapan besar bagi Aceh Barat ke depan. Saat ini, sekitar 70 persen masyarakat Aceh Barat menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Berbagai upaya telah dilakukan, seperti pembentukan kelompok tani, termasuk KTNA, Tani Merdeka, dan kelompok tani lainnya. Namun, ia menilai masih diperlukan intervensi nyata untuk mengoptimalkan potensi yang ada.
“Lahan ada, alat mesin pertanian (alsintan) juga tersedia. Tapi perlu intervensi lebih lanjut kepada masyarakat, seperti bantuan pompa dan pendampingan intensif,” jelasnya.

Tarmizi juga menargetkan peningkatan produksi hasil pertanian, bahkan mendorong lahirnya brand lokal “Beras Aceh Barat” sebagai identitas daerah di sektor pangan.
Sementara itu, di sektor pangan, ia mengingatkan bahwa tantangan utama saat ini adalah pengendalian inflasi.

Oleh karena itu, Dinas Pangan diminta aktif memantau harga pasar serta mendorong gerakan menanam di tengah masyarakat.
“Sering turun ke pasar, pastikan harga tetap stabil. Kita juga harus menggalakkan gerakan menanam sebagai langkah menjaga ketahanan pangan,” tambahnya.

Bupati Tarmizi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Dinas Pertanian, Dinas Pangan, dan seluruh SKPK, dalam mewujudkan swasembada pangan di Aceh Barat.
“Dengan kerja sama yang solid, kita optimis Aceh Barat bisa mandiri pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tutupnya ****

Popular Articles