Top 5 This Week

Related Posts

KONI Lobar Dianggarkan Rp1 Miliar Jelang Porprov 2026, FPPOR NTB Soroti Keseriusan Daerah

KONI Lobar Dianggarkan Rp1 Miliar Jelang Porprov 2026, FPPOR NTB Soroti Keseriusan Daerah

Lombok Barat, NTB – Redaksi.co (26/04/2026)

Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026 yang dijadwalkan mulai 16 Juli 2026, semangat kompetisi mulai terasa di seluruh kabupaten/kota. Ajang olahraga terbesar tingkat daerah ini akan mempertandingkan 51 cabang olahraga dengan melibatkan 4.542 atlet, sekaligus menjadi batu loncatan menuju target NTB masuk lima besar nasional pada PON 2028.

Namun, di tengah euforia tersebut, perhatian publik tertuju pada kesiapan Kabupaten Lombok Barat. Forum Pemuda Pemerhati Olahraga (FPPOR) NTB melalui Asmuni, A.Ma, menyoroti alokasi anggaran untuk KONI Lombok Barat yang disebut hanya sekitar Rp1 miliar.

Menurutnya, angka tersebut dinilai belum memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan riil pembinaan atlet, mulai dari pemusatan latihan, perlengkapan, transportasi, nutrisi, hingga try out dan bonus atlet.

Bagaimana mungkin berharap hasil maksimal jika dukungan anggaran masih sangat terbatas,” tegas Asmuni.

Ia menekankan bahwa Porprov bukan sekadar seremoni, melainkan ajang pembuktian keseriusan daerah dalam membina atlet. Tanpa dukungan nyata, Lombok Barat dikhawatirkan hanya akan menjadi peserta pelengkap, bukan pesaing utama.

Kondisi di lapangan, lanjutnya, menunjukkan masih banyak atlet yang berlatih dengan fasilitas terbatas. Bahkan, tidak sedikit yang harus merogoh biaya pribadi demi tetap bisa berlatih dan bertanding.

Jangan sampai atlet berjuang sendiri. Kalau ini terus terjadi, potensi besar bisa hilang sebelum berkembang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Jangkar Lombok, Daud, mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga dunia usaha, untuk ikut ambil bagian dalam mendukung kemajuan olahraga di Lombok Barat.

Olahraga bukan beban anggaran, tapi investasi jangka panjang untuk prestasi, kesehatan, dan nama baik daerah,” katanya.

Ia juga mempertanyakan sikap pemerintah daerah dalam menyikapi kondisi tersebut. Menurutnya, Porprov merupakan momentum penting yang tidak boleh disia-siakan.

Apakah Lombok Barat ingin mencetak juara atau hanya jadi penonton di rumah sendiri?” ujarnya.

Sementara itu, Yusri, Ketua Edukasi Lombok Barat, menambahkan pentingnya keterbukaan informasi terkait kebutuhan anggaran dan program pembinaan atlet. Ia menilai, transparansi akan mendorong partisipasi publik dan pihak swasta untuk turut mendukung.

Kalau ingin hasil besar, persiapannya juga harus realistis. Ini bukan sekadar target, tapi soal komitmen,” katanya.

Dengan waktu yang semakin dekat, berbagai pihak berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap atlet. Sebab, prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan keseriusan, perencanaan, dan dukungan anggaran yang memadai.

Jurnalis: Abach Uhel

Sumber: Redaksi.co

Suhaili .
Suhaili .
Nama : H.suhaili Umur : 47 tahun Pekerjaan : Pers Asal : Taman ayu gerung lombok barat ntb

Popular Articles