Jakarta, Redaksi.co — Ketegangan di ruang publik terkait isu pertanian kian memuncak,Di tengah silang pendapat yang menguat, Sahabat Tani Indonesia mengambil langkah tegas dengan melaporkan akademisi Feri Amsari ke aparat penegak hukum, Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan penyebaran informasi yang dianggap tidak utuh dan berpotensi menyesatkan masyarakat, khususnya kalangan petani.
Langkah hukum ini tidak berdiri sendiri, Ia mencerminkan kegelisahan yang lebih luas di tengah petani yang merasa narasi tentang kondisi mereka kerap tidak menggambarkan realitas di lapangan, Sahabat Tani Indonesia menilai, arus informasi yang tidak terverifikasi berisiko memperlemah kepercayaan petani terhadap kebijakan pemerintah.
Perwakilan organisasi, H. Ben Nofri Baso, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan menyangkut dampak langsung terhadap stabilitas sektor pertanian.
Menurutnya, ketika informasi yang beredar tidak lengkap atau bias, maka efeknya dapat menjalar hingga ke tingkat akar rumput
.
“Yang kami khawatirkan adalah dampak jangka panjangnya, Petani bisa kehilangan kepercayaan, bahkan memicu gesekan di masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, aparat kepolisian disebut telah membuka ruang komunikasi yang cukup terbuka,Respons cepat dari Polda Metro Jaya dinilai menjadi sinyal bahwa negara tidak abai terhadap dinamika yang berkembang di sektor strategis ini.
Namun demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa polemik ini juga memperlihatkan rapuhnya ekosistem informasi publik, terutama dalam isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti pertanian dan ketahanan pangan, Kritik terhadap kebijakan tetap menjadi bagian penting dalam demokrasi, tetapi harus diiringi dengan tanggung jawab atas akurasi data dan konteks.
Situasi ini menempatkan semua pihak pada persimpangan: antara menjaga kebebasan berpendapat dan memastikan informasi yang beredar tidak memicu disinformasi, Di tengah tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, stabilitas sosial di kalangan petani menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan aparat penegak hukum, sekaligus pada klarifikasi dari pihak-pihak terkait, Lebih dari sekadar polemik, kasus ini menjadi ujian bagi kedewasaan ruang publik dalam menyikapi perbedaan—tanpa harus mengorbankan kepercayaan masyarakat yang selama ini menjadi fondasi utama sektor pertanian nasional.

