Darurat Air Bersih di Pepana: Warga Jalan 1,5 Km Setiap Hari “Kemana Pemerintah?”

0
7

Redaksi.co MAMASA : Pepana, Talippuki, Mambi, Mamasa, Sulawesi Barat. Krisis air bersih yang menjerat warga Pepana dengan kondisi yang kian memprihatinkan. Di tengah kebutuhan hidup yang mendesak, masyarakat terpaksa berjalan sejauh 1,5 kilometer hanya untuk mendapatkan air dalam jumlah terbatas. Situasi ini bukan sekadar menyulitkan, tetapi telah berubah menjadi beban berat yang menguras tenaga, waktu, dan harapan warga.

Setiap hari, warga harus menyusuri medan yang tidak mudah demi memenuhi kebutuhan paling dasar. Air yang diperoleh pun jauh dari cukup untuk keperluan rumah tangga. Dampaknya terasa luas, aktivitas sehari-hari terganggu, anak-anak kesulitan bersekolah dengan layak, dan para lansia harus ikut menanggung beratnya perjuangan mencari air.

Kegelisahan masyarakat semakin memuncak. Rizal Kahfi menyuarakan tuntutan warga yang menilai pemerintah belum menghadirkan solusi nyata. Menurutnya, masyarakat tidak lagi membutuhkan janji, melainkan aksi konkret yang bisa segera dirasakan. “Kemana pemerintah?” teriak warga dengan mata berkaca-kaca, menggambarkan keputusasaan yang telah lama terpendam.

Warga mengaku telah menunggu terlalu lama. Harapan akan perubahan terus ditanam, namun yang datang justru kekecewaan berulang. Krisis air bersih yang terjadi dari waktu ke waktu tanpa penyelesaian membuat kepercayaan masyarakat semakin menipis.

Kini, jeritan dari Pepana semakin keras terdengar, sampai kapan mereka harus berjalan jauh hanya demi setetes air? Apakah masyarakat akan terus diabaikan, atau pemerintah akhirnya hadir membawa solusi nyata bagi kebutuhan paling mendasar ini? (ZUL)